Kadisdukcapil Indramayu Sebar Formulir Pengajuan Akte Gratis

INDRAMAYU (CT) – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Indramayu, Kamud menegaskan pada formulir pembuatan akte lahir pihaknya tidak membenarkan adanya pungutan.

“Formulir akte lahir telah disebar ke sekolah-sekolah dan pemerintahan desa, secara gratis. Kami tidak menyiapkan formulir di lokasi layanan kami,” kata Kamud, Jum’at (23/10).

Kamud menuturkan akan melakukan sidak, jika ditemukan ada pelanggaran yang dilakukan oleh staf Disdukcapil, Kabupaten Indramayu, pembuatan akte lahir dalam dua tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Indramayu, rata-rata permohonan pembuatan akte lahir sebanyak 2.000- 2.500 pemohon per bulan.

“Pembuatan akte lahir terutama untuk anak diatas usia 1 tahun, cukup besar. Mengenai biaya pembuatan akte lahir untuk anak usai 1 tahun, berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 8 tahun 2007 tentang Administrasi Kependudukan, pemohon tidak dikenakan biaya. Pemohon hanya membayar denda sebesar Rp. 50 ribu karena melebihi batas pembuatan akte lahir” terangnya.

Menurutnya, untuk bayi yang baru lahir, akan mendapatkan fasilitas berupa pembuatan akte lahir gratis dalam kurun waktu enam puluh hari setelah bayi lahir. Sementara itu, untuk pembuatan akte lahir bagi balita berusia hingga 2 bulan, tidak terjadi penurunan yang signifikan. Pembuatan akte lahir sempat mengalami penurunan saat adanya aturan soal administrasi kependudukan yang harus melalui proses pengadilan.

“Namun, putusan MK menyatakan mekanisme pengurusan akta yang telah lewat satu tahun sejak kelahiran tidak perlu melalui pengadilan sebagaimana lazimnya. MK membatalkan sejumlah frasa dan ayat dalam Pasal 32 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 32 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan yang melibatkan pengadilan dalam proses pencatatan akta kelahiran tertanggal 1 Mei 2013” ungkapnya.

Terpisah, salah satu warga Desa Brondong Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu yang enggan disebutkan namanya mengeluhkan adanya biaya formulir akte lahir.

“Untuk pengambilan formulir akte lahir, pemohon disuruh untuk membeli di koperasi Rp. 1.000,-, ditambah lagi uang plastik laminating Rp1.000,- dan itu loketnya terpisah,” keluhnya.

Dia mempertanyakan, pembuatan akte gratis yang telah dilakukan sebelumnya. “Saya mengajukan akte lahir untuk anak kedua saya, masih belum satu bulan setelah anak saya lahir. Ini berbeda saat saya mengurus akte lahir anak pertama, formulir akte lahir tidak dimintai biaya,” ucapnya. (Dwi Ayu)

4479 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

One Response

  1. Saiful anwar28/07/2017 at 02:15Reply

    Selamat siang
    Saya saiful anwar dari indramayu, jawa barat.
    Saya sekarang bekerja di bali, saya lupa membawa data-data kk,akta nikah,akta kelahiran.
    Apakah bisa mengambil data2 secara online..?
    Dan apakah bisa mengecek no kk melalui ktp, soalnya saya lupa no kk.

Tinggalkan Balasan